100 Permainan dan Perlombaan Rakyat

Dalam buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat, terdapat 50 Permainan Tradisional (Congklak, Engklek, Egrang, Lompat tali, Cublak-cublak suweng, Cingciripit, Petak Umpet, dll) dan 50 Perlombaan 17 Agustusan (panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dll)
Tampilkan postingan dengan label Permainan nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permainan nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2015

Lima alasan mengapa buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" harus dibeli dan menjadi buku referensi wajib

Lima alasan mengapa buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" harus dibeli dan menjadi buku referensi wajib.

1. Dalam buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" terdapat referensi 50 permainan tradisional Nusantara yang hanya ada di Indonesia.

2. Dalam buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" terdapat referensi 50 perlombaan 17 Agustusan yang hanya ada di Indonesia.

3. Buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" dapat menjadi referensi wajib ketika orangtua/guru kehabisan ide permainan edukatif untuk anak-anak/peserta didiknya.

4. Dengan memiliki atau membeli buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" berarti Anda telah ikut melestarikan budaya bangsa yang tidak lama lagi akan punah.

5. Buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" bisa menjadi bacaan anak yang menarik karena didukung gambar ilustrasi berwarna dan dapat menjadi sumber referensi siapa saja, baik itu guru, dosen, pelajar, maupun mahasiswa.

Buku "100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia" dapat dibeli di bukabuku

Sabtu, 20 Juni 2015

5 Permainan Tradisional yang Dapat Mengasah Kemampuan Motorik Kasar Anak Anda

5 Permainan Tradisional yang Dapat Mengasah Kemampuan
Motorik Kasar Anak Anda
Motorik kasar seorang anak perlu dilatih sejak dini agar
pertumbuhan mereka kelak dapat berjalan optimal,
anak-anak menjadi sehat, lincah, kuat dan cekatan
adalah dambaan setiap orang tua pastinya.
Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh dalam
menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh
anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar seseorang
dapat duduk, memegang, berlari, menendang, memanjat
pohon, menaiki tangga, dan sebagainya. Pada proses
pertumbuhan seorang bayi perkembangan motorik
kasarlah yang terlebih dahulu dipelajarinya, misalnya
seorang bayi akan terlebih dahulu belajar memegang
benda-benda yang berukuran besar di sekitarnya
daripada yang berukuran kecil, ini dikarenakan bayi
belum memiliki kemampuan untuk mengontrol jari-
jemari tangannya.
Permainan modern yang sekarang ini sering dimainkan
oleh anak-anak di perkotaan lebih cenderung mengasah
kemampuan otak daripada kemampuan otot, oleh
karena itu kepada para orang tua yang tinggal di
perkotaan disarankan lebih memperkenalkan pada buah
hati Anda jenis-jenis permainan yang lebih melatih
kekuatan otot-otot mereka dan permainan tradisional
dapat menjadi salah satu solusinya. Untuk melatih
kemampuan motorik kasar anak Anda, berikut 5 jenis
permainan tradisional yang disarankan yang Anda
dapat mulai perkenalkan pada mereka:
1. Egrang
Permainan engrang membutuhkan kekuatan otot-otot
kaki dan tangan, karena menggunakan batang kayu
atau bambu sebagai alat penopang tubuh, maka
terlebih dahulu untuk bisa memainkannya dengan baik
seseorang harus melatih keseimbangannya.
Perkenalkan permainan ini kepada anak Anda, jika perlu
Anda dapat membuatkannya sendiri karena mudah cara
membikinnya. Agar tidak menjemukan Anda dapat
mengadakan sebuah pertandingan kecil, ajaklah teman-
temanya untuk ikut bermain supaya suasana permainan
jadi semakin menyenangkan.
2. Lompat tali
Permainan lompat tali yang biasa dilakukan oleh anak-
anak di pedesaan umumnya menggunakan gelang karet
yang dirangkai memajang menjadi sebuah tali.
Permaianan lompat tali biasanya dibagi menjadi dua
kelompok, masing-masing kelompok bergiliran menjadi
pemegang tali. Cara memainkannya unik karena ada
level ketinggian yang berbeda-beda yang setiap
kelompok harus mampu menyelesaikannya, bila ada
salah seorang dari kelompok lawan gagal melompat
pada level ketinggian tertentu, maka dia harus keluar
dari permainan untuk sementara waktu.
3. Gobak sodor
Permainan gobak sodor atau permainan hadang juga
dilakukan secara berkelompok antara 3-5 orang tiap
kelompoknya, permainan gobak sodor membutuhkan
kekompakan untuk bisa menjaga pertahanan agar tidak
dimasuki oleh tim lawan. Permainan gobak sodor
sangat menyenangkan, tubuh dipaksa untuk terus
lincah bergerak kesana kemari mencegah tim lawan
berhasil memasuki daerah yang Anda jaga. Jika anak-
anak Anda tidak pernah tahu permainan ini segera ajak
mereka untuk memainkannya, Anda pasti sangat
membutuhkan teman-temannya ajaklah mereka untuk
ikut serta.
4. Engklek
Permainan ini membutuhkan kekuatan otot-otot kaki.
Perkenalkan kepada putra-putri Anda bagaimana cara
memainkannya, Anda dapat memodifikasi permainan
yang monoton dengan memberikan hukuman bagi siapa
saja yang kalah dalam permainan, seperti harus
menyanyikan sebuah lagu atau melakukan push up
sebagai hukumannya.
5. Bentengan
Masih teringat jelas permainan ini yang paling kami
gemari ketika masih duduk di bangku SD dulu, ketika
jam istirahat tiba kelompok kami selalu mengajak adik
kelas atau kakak kelas untuk bermain bentengan,
dengan 2 buah pohon yang tumbuh di halaman sekolah
kami jadi sebagai "benteng" pertahanan kami. Cara
memainkannya sangat mudah, setiap kelompok harus
bisa menyentuh pohon lawan, namun setiap anggota
kelompok harus berusaha dengan sekuat tenaga
mencegah lawan menyentuh pohon tersebut dengan
cara memegang lawan dan "membekukannya".
Permainan ini membutuhkan halaman yang luas atau
tanah lapang karena setiap orang akan berlarian ke
sana-ke mari, jika Anda berminat mengajak buah hati
Anda memainkannya ajak serta anak-anak tetangga
Anda untuk ikut serta dalam permainan tersebut.
Segala jenis permainan tradisional yang berasal dari
daerah Anda, tidak harus kelima permainan di atas,
asalkan permainan tersebut dapat melatih fungsi
motorik kasar mereka dan permainan tersebut aman
sebaiknya Anda perkenalkan. Intinya bahwa, motorik
kasar seorang anak perlu dilatih sejak dini agar
pertumbuhan mereka kelak dapat berjalan optimal,
anak-anak menjadi sehat, lincah, kuat dan cekatan
adalah dambaan setiap orang tua pastinya. Selamat
bermain dan mari bersama-sama ikut melestarikan
permainan tradisional supaya senantiasa terus terjaga
dan digemari meski zaman terus berubah.
Sumber: http://keluarga.com/5-permainan-tradisional-yang-dapat-mengasah-kemampuan-motorik-kasar-anak-anda
Jika orangtua lupa ragam dan jenis permainan tradisional, tak perlu bingung. 50 Permainan Tradisonal ada dibuku ini.
Selain 50 Permainan Tradisional, Anda juga akan mengetahui 50 perlombaan yang biasa diadakan pada perayaan 17 Agustusan.
Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp54.000
Bisa dibeli di
www.andipublisher.com
www.bukabuku.com
www.kutukutubuku.com
www.belbuk.com
Sinopsis buku
Ayo siapa yang masih ingat atau bahkan sudah pernah bermain engklek, egrang, atau cublak-cublak suweng? Ya, itulah beberapa contoh permainan tradisional yang akhir-akhir ini sudah jarang kita temui. Tahukah kalian bahwa permainan tradisional adalah permainan yang penuh tantangan. Permainan ini dapat melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung, anak-anak akan belajar bagaimana melatih ketangkasan, kreativitas, kerjasama, jiwa kepemimpinan, bersosialisasi dan masih banyak nilai edukasi lainnya.
Buku ini menyajikan 50 permainan tradisional dan 50 perlombaan 17 Agustus-an lengkap dengan cara bermain dan gambar yang menarik. Dengan buku ini diharapkan anak-anak Indonesia mampu melestarikan budaya tanah air dan menciptakan generasi yang lebih energik dan siap fisik serta mental untuk menghadapi masa depan.

Kamis, 11 Desember 2014

Permainan Tradisional: Bongkar Pasang


Banyak sekali permainan tradisional yang sudah dilupakan. Mungkin karena dianggapnya permainan trasidional itu permainan orang kampung alias dolanan cah ndeso. Pertanyaannya, apakah orangtua memilih permainan untuk anak karena permainan itu modern plus tidak ketinggalan zaman? Atau, apakah orangtua akan memberikan permainan yang bermanfaat untuk anaknya dan minim pengaruh negatif terhadap karakter anak?

Ladies... masih ingat dengan permainan masa kecil, BP alias bongkar pasang. Permainan boneka plus baju-baju yang fashionable terbuat dari kertas ini dimainkan oleh anak perempuan. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, BP hampir sama dengan boneka barbie yang bisa bergonta-ganti baju, model rambut, dan aksesori. Bahkan mainan boneka barbie pun kini tergantikan oleh permainan boneka digital yang ada di komputer, telepon pintar, dan gadget-gadget terbaru masa kini.

Apa anak perempuan masa kini mengenal permainan bongkar pasang ini? Dengan munculnya fenomena gadget seperti sekarang ini bisa dipastikan permainan ini hanya tinggal kenangan.

Permainan bongkar pasang merupakan salah satu permainan tradisional yang (mungkin) saat ini sudah menghilang. Amat disayangkan sebenarnya. Permainan bongkar pasang sebuah permainan murah meriah tidak membahayakan dan bisa melatih kreativitas anak. Selain itu, permainan ini juga membantu anak bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

Dalam permainan bongkar pasang ini terbuat dari kertas yang pada awal dibeli berupa lembaran kertas bergambar karakter orang, baik itu karakter ayah, ibu, anak remaja, bayi, dan sebagainya, disertai dengan gambar beraneka macam baju untuk berbagai aktivitas. Gambar-gambar itu bisa langsung dilepas lalu dimainkan. Sebagai pendukung, anak-anak bisa menggunakan kotak kemasan sabun sebagai tempat tidur dan karton-karton bekas untuk kursi dan meja serta peralatan rumah tangga lainnya.

Permainan bongkar pasang bisa dimainkan sendiri, tapi akan lebih seru jika dimainkan beberapa orang. Setiap anak perempuan yang bermain akan bermain peran sebagai tokoh yang diinginkan dalam rumah ciptaan mereka.
Kreativitas anak-anak terasah dalam permainan ini. Anak-anak juga bermain peran berganti-ganti pakaian sesuai dengan fungsinya. Misalnya, ada pakaian khusus untuk ke kantor, liburan ke pegunungan, pakaian untuk tidur, pakaian untuk liburan ke pantai, pakaian pesta, dan masih banyak lagi. Dalam aktivitas ini, secara tidak langsung anak-anak belajar tentang kepantasan cara perpakaian. Dan, apa yang didapat dari pendidikan orangtuanya dapat terlihat jelas dari cara bermain peran anak-anak ini.

Setiap permainan anak, baik itu permainan tradisional atau permainan modern sekali pun, selain memberikan manfaat positif bagi anak, dapat juga memberikan dampak negatif. Nah, dalam hal ini peran orangtua amat penting. Permainan apapun yang dimainkan anak, orangtua harus menjadi pendamping yang hebat untuk anak yang siap menjaga anak dari akibat negatif. (Askalin)



Sumber gbr: www.dessydinata.weebly.com dan www.tumblr.com

Senin, 08 Desember 2014

Permainan Tradisional: Egrang Bambu

Egrang Bambu

Permainan egrang adalah salah satu permainan tradisional yang hampir dikenal di seluruh daerah di Indonesia. Permainan egrang membutuhkan keseimbangan berdiri pemainnya karena dalam permainan egrang pemain harus mampu berdiri dan berjalan dengan menaiki bambu yang digunakan sebagai pengganti pijakan kaki.
Istilah egrang berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Di setiap daerah memiliki istilah yang berbeda untuk menyebut permainan egrang ini. Di sebagian wilayah Sumatera Barat dikenal dengan sebuatan tengkak-tengkak dari kata tengkak (pincang), dalam bahasa Bengkulu disebut ingkau yang berarti sepatu bambu. Di Jawa Tengah dikenal dengan sebutan jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Alat yang dipakai dalam permainan egrang adalah bambu panjang yang ditambah pijakan kaki. Pilih bambu yang agak besar yang dapat digenggam tangan. Tinggi bambu disesuaikan dengan ukuran panjang badan yang menggunakan egrang. Kemudian jarak pijakan kaki dengan permukaan tanah juga dapat disesuaikan. Permainan egrang dapat dimainkan sendiri atau diperlombakan. Jika diperlombakan, permainan egrang dapat digunakan dalam lomba lari menggunakan egrang. Peserta lomba lari harus menggunakan egrang dan pemain yang sampai lebih dahulu di garis finish adalah pemenangnya. Permainan egrang memerlukan kehati-hatian dan keseimbangan pemainnya. Jika belum terbiasa menggunakan egrang, pasti akan sering terjatuh, tetapi jika sudah bisa menggunakan egrang, pasti akan ketagihan memainkannya.

Sumber: Buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia, karya Askalin

Lebih lengkap ada di buku ini!
Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp54.000

Ingin beli buku ini dengan diskon 20% klik www.andipublisher.com
Ingin beli buku ini dengan diskon 15% klik www.bukabuku.com

Macam-macam permainan tradisional

Dalam buku 100 PERMAINAN DAN PERLOMBAAN RAKYAT yang terbagi dalam 50 permainan tradisional dan 50 permainan dalam perlombaan 17 Agustusan.
Berikut ini 10 permainan tradisional di antaranya:
1. Congklak
2. Egrang Bambu
3. Egrang Bathok Kelapa
4. Yoyo
5. Bekel
6. Lompat Tali
7. Benthik
8. Gobak Sodor
9. Gasing
10. Kasti
Lebih lengkap ada di buku ini!
Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp54.000
Ingin beli buku ini dengan diskon 20% klik www.andipublisher.com
Ingin beli buku ini dengan diskon 15% klik www.bukabuku.com
Add caption

Kamis, 23 Januari 2014

Resensi: 100 Permainan Tradisional



100 PERMAINAN TRADISIONAL
Oleh : Alby S.

Judul        : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Penulis     : Askalin
Penerbit   : Nyonyo (Impirint Penerbit ANDI)
Tebal        : 92 halaman
Terbit       : Nov 2013


Ada yang masih ingat dengan permainan tradisional saat masih kecil? Sudahkah permainan itu diceritakan pada anak-anak saat ini agar bisa memainkannya? Buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat karya Askalin merupakan salah satu buku yang sangat bagus untuk anak-anak. Permainan tradisional yang kembali diangkat dalam buku ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk kembali memainkan permainan tradisional yang sekarang hampir tenggelam dengan adanya permainan modern. Terutama maraknya game on line yang membuat anak-anak semakin kecanduan, hingga menyingkirkan permainan tradisonal yang sebenarnya banyak mengandung manfaat. Dalam buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat banyak sekali permainan yang bisa diterapkan kembali oleh anak-anak, terlebih dalam buku tersebut diulas juga cara-cara bermainnya secara lengkap dan detail. Sehingga anak-anak dengan mudah mempraktikannya permainan tersebut bersama teman-temannya. Bahkan beberapa syair lagu yang mengiringi saat memulai permainan tradisional pun dalam buku ini tertulis dengan lengkap. Ini menambah satu poin plus yang sangat menarik dalam buku ini. 

INGIN MEMBELI BUKU 100 PERMAINAN dan PERLOMBAAN RAKYAT

Dapatkan di toko buku gramedia di seluruh Indonesia

Anda bisa juga sms ke 08159898723 untuk membeli langsung dari penulisnya ASKALIN

Klik link berikut untuk mendapatkan diskon 20% dan diskon 15 %

www.andipublisher.com
www.bukabuku.com

Rabu, 08 Januari 2014

Kata mbak Renny Yaniar tentang buku 100 Permainan

Mbak Renny Yaniar di www.kidnesia.com berkata:  

Buku Sebagai Sumber Permainan
Kalau orang tua atau guru kita sudah banyak lupa permainan tradisional, jangan khawatir. Ada buku yang bagus yang bisa kita  baca, lo. Judulnya 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat (Hanya Ada di Indonesia).

Mau baca lebih lengkap tentang buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat?
Klik gambar ini
http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Sekitar-Kita/Serba-Serbi/100-Permainan-dan-Perlombaan-Rakyat